Puasa dalam Islam  

Posted by M Riyadh Rizqullah in

Puasa dalam agama Islam artinya menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang boleh membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hinggalah terbenam matahari, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Perintah puasa difirmankan oleh Allah pada Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183. Berpuasa merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Terdapat puasa wajib dan puasa sunnah, namun tata caranya tetap sama. Waktu haram puasa adalah waktu di mana umat Muslim dilarang berpuasa. Hikmah puasa adalah ketika semua orang bergembira, seseorang itu perlu turut bersama merayakannya. Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal)Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijjah)Hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah)

Perintah dalam Al-Quran Perintah berpuasa dari Allah terdapat dalam Al-Qur'an di surat Al-Baqarah ayat 183. "Yaa ayyuhaladziina aamanuu kutiba alaikumus siyaamu kamaa kutiba 'alalladziina min qablikum la allakum tataquun" “ Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." Hikmah Puasa Ibadah shaum Ramadhan yang diwajibkan Allah kepada setiap mu’min adalah ibadah yang ditujukan untuk menghamba kepada Allah seperti yang tertera dalam QS. Al- Baqarah/2: 183. Hikmah dari ibadah shaum itu sendiri adalah melatih manusia untuk sabar dalam menjalani hidup. Maksud dari sabar yang tertera dalam al- Quran adalah ‘gigih dan ulet’ seperti yang dimaksud dalam QS. Ali ‘Imran/3: 146. Secara Aktivitas Nilai-nilai kesabaran (gigih dan ulet) diaplikasikan dalam hidup dan kehidupan demi tegaknya Din Islam.

Jenis-jenis Puasa Puasa yang hukumnya wajib:
Puasa Ramadan
Puasa karena nazar
Puasa kifarat atau denda

Puasa yang hukumnya sunah:
Puasa 6 hari di bulan Syawal
Puasa ArafahPuasa Senin-Kamis
Puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak)
Puasa Asyura (pada bulan muharam)

Syarat wajib puasa:
Beragama Islam
Berakal sehat
Baligh (sudah cukup umur)
Mampu melaksanakannya
Orang yang sedang berada di tempat (tidak sedang safar)

Syarat sah puasa:
Islam (tidak murtad)
Mummayiz (dapat membedakan yang baik dan yang buruk)
Suci dari haid dan nifas
Mengetahui waktu diterimanya puasa

Rukun puasa:
Niat
Meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari

This entry was posted on 10 September 2008 at 10:00 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Poskan Komentar