Godaan Puasa  

Posted by M Riyadh Rizqullah in


               Begitu beruntungnya kita yang tinggal di daerah yang amat menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Bagaimana tidak, pemerintah pun sampai memiliki kebijakan untuk meminta para penjual makanan dan minuman yang buka di waktu puasa seperti pada waktu siang hari agar menutup area makannya.

           Namun apa itu cukup membuat kita untuk tidak tergoda dengan makanan dan minuman? Pastinya belum tentu! Karena godaan seperti itu ternyata masih bisa muncul juga meski kita tidak sedang berhadapan dengan makanan atau bahkan tempat makan secara langsung.

           Kondisinya bisa bermacam-macam. Bisa saja ketika Anda sedang berkumpul bersama teman kemudian pembicaraan pun beralih ke soal makanan yang Anda inginkan saat berbuka nanti, melihat brosur penawaran makanan dan minuman, atau masalah alami ketika memang Anda merasakan haus dan lapar.

           Jadinya, puasa pun kemudian lebih menjadi sekedar kewajiban untuk menahan lapar dan haus. Bukan sebagai ibadah yang seharusnya. Rasa kesal dan tidak ikhlas pun kemungkinan muncul dalam diri Anda, “Kenapa sih harus ada puasa?!”

           Nah lho, kok jadinya tidak ikhlas ya? Sampai-sampai yang parahnya, ada juga orang yang mencoba menjaga image alias jaim di depan rekan kerja atau tetangga dengan memperlihatkan diri tidak makan dan minum. Padahal…

           Daripada capek bersikap pura-pura atau tidak ikhlas, sebetulnya banyak lho manfaat puasa yang bisa kita dapatkan asalkan kita tahu apa saja manfaatnya. Mulai dari ajang diet untuk menguruskan badan, detoksifikasi untuk menghilangkan racun dalam tubuh, sampai menyembuhkan penyakit seperti maag pun bisa asalkan puasa dilakukan dengan cara yang benar.

           Masalahnya sekarang tergantung dari diri kita sendiri. Sanggupkah kita menahan godaan nafsu kita sendiri yang sebetulnya muncul dari kebiasaan 

This entry was posted on 15 September 2008 at 1:28 PM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Poskan Komentar